Kaca Disulap Menjadi Barang Bernilai Oleh Pemuda Semarang Ini

Myleighashley.com – Seorang pemuda asal Magelang, Mujahid Szaofari, berhasil membuat namanya dikenal di daerah Semarang. Pasalnya lulusan SMKN 1 Magelang, teknik listrik ini, berhasil menciptakan sebuah karya lukis dari kaca.

“Kurang lebih ikut pelatihan selama 3 bulan, saya terus daftar lowongan kerja di Jakarta bidang pengelasan,” kata pria yang akrab disapa Feri ini saat ditemui di rumahnya di Jambu Lor RT 02/01, Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang,Selasa (12/12/2017).

Feri mengungkapkan, dirinya terinspirasi dari seorang warga Inggris yang dia lihat di Internet. Warga Inggris tersebut menciptakan sebuah karya seni yang menarik, yaitu lukisan dari kaca. Melihat hal tersebut tekad feri tergerak dan mulai membeli peralatan untuk seni lukis ini.

“Untuk uji coba selain gelas, saya lukis di body vespa. Kok saya lihat hasilnya baik, terus saya tekuni,” ucapnya.

Sebelum menekuni profesinya sekarang, Mujahid Szaofari diketahui awalnya berjualan ayam. Namun, pekerjaan itu tidak bertahan lama karena dirinya harus menjaga orang tuanya. Tetapi sekarang semua terbalas, usahanya membuahkan hasil yang lumayan, dan mulai memprosikannya.

“Terus saya pakai facebook dan Instagram, pesanan mulai berdatangan,” kata Feri.

Bisnis Feri pun semakin maju, dan diakui dirinya mendapat banyak pesanan. Setelah menyebarkannya di media sosial. Kebanyakan pelanggan memilih ukuran 20 cm x 25 cm untuk dibuat lukisan.

“Gambar yang dipesan kebanyakan wajah. Biasanya pesan untuk kado pernikahan atau pacarnya mau ultah,” katanya.

Harga dari karya seni Mujahid Szaofari, bervariasi dari ratusan hingga jutaan. Hasil seni lukis Feri sudah dikenal sampai Kalimantan bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Awal dulu ngirim sempat juga dikomplain karena pecah. Kami pun gambar lagi dengan ongkir mereka yang bayar,” tuturnya.

Dalam waktu sebulan, Feri bisa menjual 30 lukisan kaca.

“Kami kirimkan sudah dengan dudukan ada lampu dan adaptornya. Jadi, kami kirim sudah komplit,” ujarnya.

Feri mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti Balai Latihan Kerja (BLK) di Semarang.

“Kurang lebih ikut pelatihan selama 3 bulan, saya terus daftar lowongan kerja di Jakarta bidang pengelasan,” ucapnya.

Banyak usaha yang telah dilakukan Feri sebelum menjadi perajin seni lukis kaca. Dirinya sempat mengadu nasib di Jakarta dan pernah juga membantu usaha mie ayam saudaranya di Lampung.

“Awalnya hanya bantu jualan mi ayam saudara, terus kembali ke rumah jualan mi sendiri di daerah Tambakboyo, Ambarawa. Saat jualan itu karena baru terkadang pembeli sepi, di sela-sela itu saya lukis gelas,” tegas Feri yang sejak kecil hobi melukis ini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *