Baru Putusan Pertama, Kuasa Hukum Fredrich Yunadi Lakukan Banding

Myleighashley.com – Bersangkutan dengan kasus korupsi E-KTP yang sedang dijalani Setya Novanto banyak pihak yang bersangkutan juga ditetapkan bersalah dan ikut diperiksa dalam pengadilan dan salah satunya adalah Fredrich Yunadi.

Karena kasus ini membuat Fredrich Yunadi harus diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi Jakarta. Terkait pemberhentian ini Sapriyanto Refa selaku kuasa hukum dari Fredrich mengatakan masih ada kesempatan untuk lakukan banding.

“Saya harus hargai apapun keputusan teman-teman di Dewan Kehormatan, tapi yang pasti yang bisa saya komentari, itu baru putusan tingkat pertama, masih ada upaya hukum untuk banding, ya kita lihat saja,” kata Sapriyanto.

Sapriyanto Refa juga mengatakan bahwa dirinya hanya memegang kuasa atas Fredrich terkait kasus di KPK. Dan untuk masalah pribadi dari klienya dirinya tidak bersangkutan.

“Jadi kan gini, saya mencoba untuk taat asas. Saya ini kan sebenarnya pengacara dia dalam kaitan kasus di KPK, soal pelanggaran etika yang disidangkan Dewan Kehormatan bukan domain saya sebenarnya, makanya saya nggak mau mencampuri gitu,” kata Sapriyanto.

“Karena kalau nggak salah kuasa hukum Pak Fredrich (untuk urusan Peradi) anak buah dia di kantor,” lanjut dia.

Selain dari kasus E-KTP ini, Fredrich juga telah ditetapkan melanggar Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) oleh Wakil Sekjen Peradi Rivai Kusumanegara. Dan kasus ini tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan menghalangi penyidikan di KPK.

“Tepatnya diberhentikan secara tetap oleh Dewan Kehormatan Daerah (DKD), tapi yang bersangkutan masih memiliki hak untuk mengajukan banding dalam waktu 21 hari,” kata Rivai.

“Betul (pelanggaran etik), tapi tidak ada kaitannya dengan obstruction of justice,” ujar dia.

Adapun penyebab Fredrich dinyatakan melangger Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) setelah dirinya menelantarkan klien setelah menerima honorarium sebesar Rp 450 juta. Rivai mengatakan atas keputusan ini Fredrich akan berkonsekuensi tak dapat melanjutkan profesinya sebagai pengacara.

“Jika diberhentikan secara tetap berarti tidak dapat menjalankan profesi sebagai pengacara lagi,” kata dia.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *