Pemerintah Myanmar: Myanmar Menerima Pengungsi Rohingya

Myleighashley.com – Pengungsi Rohingya pertama dari Bangladesh dikatakan oleh pemerintah Myanmar telah dipulangkan padahal sebelumnya PBB telah mengatakan jika Myanmar sedang dalam kondisi tidak aman.

Dari informasi terkini, setidaknya ada lima anggota sebuah keluarga telah tiba di “kamp repatriasi”. Disana mereka diberikan pasokan kebutuhan rumah tangga dan semacam kartu tanda penduduk (KTP).

Demi menyakinkan PBB jika Myanmar sudah menjadi tempat yang bersahabat untuk pengungsi Rohingya pemerintah Myanmar bahkan merilis foto-foto yang menunjukkan sebuah keluarga “menerima kartu verifikasi nasional”.

Berbeda dengan KTP, kartu itu hanya mencatat seseorang sebagai penduduk suatu daerah, tapi tidak mengakui mereka sebagai warga negara Myanmar. Oleh pemerintah Myanmar, mereka disebut keluarga “Muslim”, namun sama sekali tidak ada kata “Rohingya”.

Sedikitnya 700.000 warga Rohingya meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Rakhine dan sekitarnya untuk menghindari aksi militer. Sejak Agustus 2017 lalu mereka menetap di wilayah Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar.

Badan pengungsi yang bernaung di bawah PBB menyatakan kondisi di Myanmar “belum kondusif bagi mereka untuk kembali dengan aman, secara bermartabat, dan berkesinambungan.”

“Para pengungsi di Bangladesh telah mengatakan bahwa sebelum mempertimbangkan kembali ke Myanmar, mereka harus melihat perkembangan konkret terkait status hukum mereka dan kewarganegaraan, keamanan, dan kemampuan menikmati hak-hak mendasar di Negara Bagian Rakhine,” kata UNHCR.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *