Dana Donatur Untuk Jembatan Maros Sudah Terkumpul 80%

Myleighashley.com – Proyek jembatan yang dihentikan pemerintah Desa di Maros membuat para warga jadi kesulitan untuk berpergian dan melakukan aktivitas harian, misalnya sekolah untuk para siswa didi Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Maros, Sulsel.

Siswa di Maros benar-benar harus bertaruh nyawa dengan melewati sungai tanpa jembatan. Dalam harapan besar mereka, berharap ada donatur untuk bersedia menyumbang guna pembangunan jembatan.

Setiap harinya siswa yang bersekolah harus menyebrang menggunakan atau naik ban bekas untuk siswa perempuan dan siswa laki-laki kemudian menarik ban tersebut dari ujung ke ujung sungai.

“Ban ini dinaiki untuk anak SD sama anak perempuan saja, karena kita takut mereka terseret. Mereka semua bisa berenang. Tapi airnya memang deras dan dalam, jadi kita gunakan ban sebagai bantuan,” tutur seorang siswa SMP kelas 2, Iskandar beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, proyek pembangunan jembatan ini sudah dimulai sejak 2015 oleh pemerintah Desa Bonto. Karena satu dua hal, proyek pembangunan jembatan ini terlantar.

“Kondisi ini sudah sejak awal adanya kampung kami di sini. Setiap hari, baik warga maupun anak sekolah bertaruh nyawa menyeberang sungai ini. Kita tida punya pilihan lain, karena ini satu-satunya jalan,” tutur seorang warga, Abdullah.

Atas fakta di atas, beberapa donatur mulai menggalang dana untuk membuat jembatan gantung. Estimasi dana yaitu sebesar Rp 200 juta. Hingga kini tercatat dana yang terkumpul sebesar Rp 162.179.410 atau 81 persen.

“Semangat ya anak-anak. Semoga Allah memberikan kalian kemudahan untuk mencapai cita-cita. Amin,” ucapnya seorang donatur yang tak menuliskan namanya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *