BMKG Infokan Bahaya Gelombang Tinggi Karena Angin Kencang

Myleighashley.com – Cuaca buruk berupa angin kencang dari selatan Jawa hingga Bali terus bertambah intensitasnya, bahkan Badan Meteorologi, Klimiatologi dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan sebuah peringatan.

Peringatan tersebut berisi tentang himbauan kepada para masyarakat terutama yang dekat dengan pantai dan bekerja sebagai nelayan mewaspadai adanya gelombang tinggi di sebagian perairan Indonesia.

“Selain adanya peningkatan kecepatan angin Timuran, terdapat pula peningkatan ketinggian swell di Selatan Jawa Timur hingga Bali yang mengakibatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia khususnya di Perairan Barat Daya Sumatera hingga Selatan NTT,” tutur Deputi Meteorologi BMKG, Mulyono Prabowo.

Peringatan terhadap gelombang tinggi ini akan terus disuarakan hingga Minggu (5/8). Badan Meteorologi, Klimiatologi dan Geofisika (BMKG) menyarankan para nelayan untuk berhenti melakukan aktifitas kelautan, hal ini juga didasari rentannya kapal nelayan hancur terkena ombak.

“Untuk kapal ferry yang biasa digunakan sebagai transportasi penyeberangan, sangat rentan jika terjadi kecepatan angin lebih dari 21 knots (39 km/jam) dengan ketinggian gelombang diatas 2.5 meter. Sedangkan, bagi kapal yang berukuran besar, seperti kapal Kargo/kapal pesiar, beresiko untuk berlayar apabila terjadi peningkatan kecepatan angin lebih dari 27 knots (50 km/jam) dan tinggi gelombang diatas 4.0 meter,” imbuh Prabowo.

Prabowo mengatakan jika gelombang tinggi 4 sampai 6 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Mentawai, perairan Enggano Bengkulu, perairan barat Lampung, perairan selatan Banten sampai Jawa Timur, perairan selatan Bali hingga Sumbawa, Selat Bali, Lombok, Alas bagian selatan hingga Sumbawa.

Tidak hanya untuk nelayan dan masyarakat di sekitar pantai, himbuan ini juga berlaku untuk para wisatawan yang sedang berlibur untuk tidak berenang atau dekat dengan pantai.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *